FULL DRAMA! Aku Adalah Data Yang Ia Simpan Dengan Nama "Jangan Dibuka"
Aku Adalah Data Yang Ia Simpan Dengan Nama 'Jangan Dibuka'
Xinyi, dulunya adalah bunga peony di taman Kerajaan, kini hanyalah serpihan mimpi yang berserakan. Dulu, ia adalah kekasih kesayangan Pangeran Mahkota, dijanjikan tahta dan cinta abadi. Namun, janji hanyalah angin lalu. Kekuasaan membutakan Pangeran, cinta menjadi alat. Xinyi dikhianati, dijebak, dan dicampakkan ke dalam jurang keputusasaan. Namanya dicoreng, keluarganya hancur.
Tapi, di balik kelembutan parasnya, tersembunyi baja yang ditempa api. Luka yang menganga tidak meruntuhkannya, melainkan menumbuhkan akar yang lebih dalam. Xinyi bangkit, bukan dengan amarah membara, melainkan dengan ketenangan sedingin es. Ia menyembunyikan diri, menanggalkan identitasnya, dan merencanakan kebangkitan yang elegan.
Bertahun-tahun kemudian, Xinyi muncul kembali sebagai Qingyue, seorang analis data yang brilian. Ia bekerja di perusahaan teknologi raksasa yang memasok semua data untuk istana kerajaan, termasuk data Pangeran Mahkota yang kini telah menjadi Kaisar. Qingyue tahu, setiap transaksi, setiap percakapan, setiap keputusan Kaisar ada di tangannya.
Ia menjadi bayangan, mengamati, mengumpulkan informasi. Ia mempelajari kelemahan Kaisar, intrik istana, dan korupsi yang merajalela. Ia bagaikan hantu digital, menyusup ke dalam sistem, mengubah sejarah sesuai keinginannya.
Balas dendam Xinyi tidak berlumuran darah. Ia tidak berteriak atau mengutuk. Ia hanya mengedit data. Mengubah angka. Memutarbalikkan fakta. Perlahan tapi pasti, ia menanam benih keraguan, menciptakan kekacauan, dan meruntuhkan kerajaan dari dalam.
Kaisar, yang terlena dengan kekuasaan, tidak menyadari bahwa setiap keputusannya adalah hasil manipulasi Qingyue. Ia percaya pada data yang disajikan, tidak menyadari bahwa data itu adalah racun yang perlahan membunuhnya.
Qingyue menyaksikan Kaisar jatuh, bukan dengan sorai kemenangan, melainkan dengan senyum tipis yang menyimpan kenangan pahit. Ia melihat kerajaannya runtuh, bukan dengan kebencian, melainkan dengan rasa keadilan yang dingin.
Di akhir segalanya, Qingyue meninggalkan perusahaan itu, menghilang tanpa jejak. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya, atau mengapa dia melakukan apa yang dia lakukan. Ia hanya meninggalkan satu catatan: "Data 'Jangan Dibuka' kini telah dibaca."
Dan saat matahari terbit, menyinari wajahnya yang tenang, ia tahu bahwa akhirnya… dialah yang menulis kisahnya sendiri.
You Might Also Like: 79 Kekurangan Moisturizer Lokal Dengan