Drama Abiss! Pelukan Yang Mengandung Rahasia Lama
Hujan menggigil di atap paviliun, sama seperti hati Lin Yifei. Dua puluh tahun berlalu, namun setiap tetesnya terasa seperti cambuk yang mencambuk ingatannya. Di depannya, duduk Shen Mingzhu, wanita yang dulu adalah dunianya, kini hanyalah bayangan yang patah.
Cahaya lentera di antara mereka nyaris padam, redup seolah enggan menerangi kebohongan yang melingkupi mereka. Dulu, mata Mingzhu bersinar terang, mencerminkan cintanya pada Yifei. Sekarang, hanya ada kekosongan, dingin sedingin es.
"Yifei," suara Mingzhu bergetar, "Mengapa kau memintaku datang kemari?"
Yifei tersenyum pahit. Senyum yang tidak mencapai matanya. "Kau lupa, Mingzhu? Paviliun ini... Tempat kita berjanji untuk SELAMANYA bersama."
Mingzhu menunduk. Hujan semakin deras. Kilat menyambar, menerangi wajahnya yang pucat. "Aku... aku menyesal, Yifei. Aku tahu aku menyakitimu."
Penyesalan? Itu bukan kata yang Yifei ingin dengar. Dua puluh tahun lalu, Mingzhu menikahi pria lain, meninggalkannya dengan hati yang tercabik-cabik. Pria itu, Li Weiguo, adalah teman baiknya, pengkhianatan itu terasa seperti pisau yang ditusukkan langsung ke jantungnya.
"Menyesal?" Yifei tertawa hambar. "Penyesalan tidak bisa mengembalikan waktu, Mingzhu. Penyesalan tidak bisa menghapus rasa sakit yang kurasakan."
Dia bangkit, berjalan menuju jendela. Hujan di luar semakin gila, mencerminkan badai dalam dirinya. Selama dua puluh tahun, dia hidup dalam bayang-bayang. Bayangan kebencian, bayangan dendam.
"Aku tidak pernah mengerti, Yifei. Mengapa... mengapa kau tidak pernah membenciku?" tanya Mingzhu dengan nada putus asa.
Yifei berbalik, menatapnya dengan tatapan yang DINGIN dan MEMBUNUH. "Oh, aku membencimu, Mingzhu. Aku membencimu lebih dari yang bisa kau bayangkan. Tapi kebencianku terlalu berharga untuk disia-siakan. Kebencianku adalah bahan bakar yang membakar rencanaku."
Mingzhu terisak. "Rencana? Rencana apa, Yifei?"
Yifei mendekat, suaranya berbisik, menakutkan di tengah gemuruh hujan. "Kau tahu, Mingzhu, kematian suamimu... kecelakaan itu... itu semua hanyalah permulaan."
Mingzhu menatapnya dengan mata terbelalak. Ketakutan merayapi wajahnya. Dia mulai mengerti, perlahan namun pasti, kedalaman jurang yang diciptakan Yifei untuknya.
"Selama bertahun-tahun, aku telah membangun kerajaan. Aku telah memanipulasi orang-orang, mengatur strategi, semuanya untuk mencapai satu tujuan: BALAS DENDAM! Dan sekarang, saatnya telah tiba."
Yifei meraih tangan Mingzhu. Jari-jarinya dingin seperti es. "Kau pikir Weiguo mati karena kecelakaan? Oh, Mingzhu, kau sangat naif."
Mingzhu gemetar. "Apa yang... apa yang kau lakukan?"
Yifei tersenyum, senyum yang jauh lebih menakutkan daripada kemarahan. "Aku hanya membalas dendam, Mingzhu. Memastikan bahwa dia membayar atas apa yang telah dia lakukan. Dan sekarang... giliranmu."
Dia melepaskan tangan Mingzhu. Mingzhu terhuyung mundur, matanya dipenuhi ketakutan yang mendalam.
"Tapi... tapi mengapa aku, Yifei? Mengapa aku harus membayar atas dosa Weiguo?"
Yifei mendekat lagi, membisikkan rahasia yang telah lama disimpannya: Dia bukanlah anak kandung Li Weiguo, melainkan...
You Might Also Like: Jual Skincare Aman Untuk Kulit Sensitif