Bayangan Yang Menjadi Saksi Pengkhianatan
Di antara kabut lembah Sungai Kuning yang berkilauan oleh cahaya LENTERA AIR, kisah ini bermula. Bukan di dunia manusia yang fana, namun di perbatasan antara alam nyata dan Alam Roh yang abadi. Di sinilah Lin Wei, seorang wanita yang dulunya dikenal dengan nama lain, terbangun.
Dulu, di dunianya yang lama, Lin Wei adalah seorang sarjana yang terpelajar, namun sebuah pengkhianatan pahit mengakhiri hidupnya. KEMATIAN, yang seharusnya menjadi akhir, ternyata menjadi awal dari sebuah TAKDIR BARU.
Di Alam Roh, Lin Wei menemukan dirinya memiliki kekuatan baru. Ia mampu berinteraksi dengan BAYANGAN yang bisa berbicara, mendengar suara-suara bisikan dari Bulan yang MENGINGAT NAMA-nama yang telah lama terlupakan.
"Kau bukan siapa yang kau kira," bisik sebuah bayangan, suaranya berdesir seperti sutra yang dirobek. "Dunia ini menyimpan rahasia, dan kau adalah kunci untuk membukanya."
Dunia di sekeliling Lin Wei terasa asing namun akrab. Istana-istana megah terapung di atas awan, jembatan kristal membentang di antara bintang-bintang. Tapi keindahan itu menutupi sebuah kebusukan yang dalam. Ada intrik di antara para penguasa roh, perebutan kekuasaan yang mengancam untuk menghancurkan keseimbangan dunia.
Lin Wei, yang kini dikenal sebagai Wei Yue, terlibat dalam pusaran konspirasi. Ia bertemu dengan Xue Yang, seorang Pangeran Roh yang dingin dan misterius. Matanya sedalam malam, menyimpan rahasia yang sama kelamnya dengan jurang neraka. Xue Yang mengklaim mencintai Wei Yue, bersumpah untuk melindunginya dari segala bahaya. Tapi Wei Yue merasakan ada sesuatu yang SALAH. Intuisi yang diasah oleh kematian dan reinkarnasi, memberitahunya bahwa Xue Yang menyembunyikan sesuatu.
Ia juga bertemu dengan Liu Feng, seorang penjaga istana dengan hati yang tulus dan setia. Liu Feng selalu ada di sisinya, menawarkan perlindungan tanpa pamrih. Di matanya, Wei Yue melihat kejujuran dan kebaikan, sesuatu yang sangat langka di dunia yang penuh tipu daya ini.
Saat Wei Yue semakin dalam mengungkap rahasia kematiannya di dunia lama, ia menemukan bahwa pengkhianatan itu memiliki akar yang jauh lebih dalam daripada yang ia bayangkan. Kematiannya adalah RENCANA yang disusun dengan cermat, sebuah pengorbanan untuk memicu perang antara dunia manusia dan dunia roh.
Bulan yang mengingat nama, membisikkan ke telinga Wei Yue: Xue Yang adalah dalang dari semuanya. Ia menginginkan kekuatan abadi yang bisa didapatkan dengan membuka gerbang antara dua dunia, dan Wei Yue adalah kuncinya. Cinta Xue Yang hanyalah KEBOHONGAN belaka, sebuah alat untuk memanipulasi takdir.
Hati Wei Yue hancur. Ia mencintai Xue Yang, percaya pada janjinya. Tapi ia tahu ia harus memilih: menyelamatkan dunia, atau menyerah pada cinta palsu.
Di momen krusial, Wei Yue memilih untuk melawan. Dengan bantuan Liu Feng, ia mengungkap kebenaran tentang Xue Yang kepada para penguasa roh. Peperangan pun pecah, bukan antara dunia manusia dan dunia roh, melainkan di antara para pengkhianat dan para pejuang kebenaran.
Pada akhirnya, Xue Yang dikalahkan. Kekuatannya dihancurkan, keabadiannya lenyap. Wei Yue berdiri di atas reruntuhan kerajaan Xue Yang, hatinya dipenuhi kesedihan dan tekad.
Misteri besar terpecahkan. Xue Yang memanipulasi takdir untuk kekuasaan. Liu Feng mencintai Wei Yue tanpa syarat, rela mengorbankan segalanya untuk melindunginya. Dan Wei Yue, yang dulunya adalah Lin Wei, kini menjadi penjaga keseimbangan antara dua dunia.
Namun, sebuah pertanyaan masih menggantung di udara, seperti kabut tipis yang menyelimuti lembah: apakah BENAR keadilan telah ditegakkan? Apakah takdir benar-benar bisa diubah?
Akan ada pengorbanan yang harus dibayar, dan pengkhianatan yang akan dilupakan, namun ingatan tentang luka akan selalu bersemi di jantung Alam Semesta...**
You Might Also Like: 91 What Are Two Usb Ports On Back Of