Wajib Baca! Pelukan Yang Tak Pernah Diingat Sejarah
Pelukan yang Tak Pernah Diingat Sejarah
Di antara kabut 紫禁城 (Kota Terlarang) yang abadi, di mana waktu tergelincir seperti sutra dari jari-jari sang dewi, aku menemukanmu. Bukan di dunia nyata, bukan dalam catatan sejarah, tetapi dalam lukisan kuno yang warnanya telah memudar, seolah mimpi yang terlupakan.
Kau, Ratu Anggrek, dengan rambut sehitam malam tanpa bintang, mata seteduh danau musim gugur, dan senyum yang mampu menumbuhkan bunga di tengah musim dingin. Aku, seorang penyair istana yang hilang, jiwaku tersesat di labirin kata-kata, tanpa nama, tanpa jejak, hanya bayangan yang mengagumimu dari kejauhan.
Cinta kita tumbuh seperti lumut di batu nisan, diam-diam, tersembunyi dari dunia. Setiap tatapan adalah percikan api yang membakar kalbu. Setiap sentuhan adalah angin musim semi yang menghidupkan kembali jiwa yang layu. Kita bertemu di taman rahasia, di bawah pohon Meihua yang mekar, ketika bulan purnama menggantung seperti koin perak di langit.
Kita berdansa dalam sunyi, diiringi bisikan angin dan gemerisik dedaunan. Kau bercerita tentang kerinduanmu akan kebebasan, tentang istana emas yang terasa seperti sangkar. Aku membacakan puisi tentang cinta abadi, tentang bintang-bintang yang saling memeluk di kegelapan.
Waktu berhenti berputar ketika kita bersama. Dunia luar lenyap, hanya ada kita, dalam pelukan yang tak pernah diingat sejarah. Namun, kebahagiaan itu rapuh, sehalus sayap kupu-kupu.
Suatu malam, di bawah taburan bintang yang mengkhianati, kau berbisik, "Aku harus pergi… harus kembali ke takdirku."
Hatiku hancur seperti porselen yang jatuh ke lantai. Aku ingin menahanmu, tapi aku hanyalah bayangan, tidak memiliki kekuatan untuk mengubah takdir.
Bertahun-tahun berlalu. Aku terus mencari jejakmu dalam lukisan, dalam puisi, dalam setiap sudut Kota Terlarang. Aku bertanya-tanya, apakah semua ini hanya mimpi? Apakah Ratu Anggrek hanyalah ilusi yang diciptakan oleh hatiku yang rindu?
Akhirnya, aku menemukan jawabannya. Di sebuah gulungan tersembunyi di perpustakaan terlarang, tertulis sebuah kisah yang mirip dengan kisah kita. Namun, ada satu perbedaan FATAL. Ratu Anggrek bukanlah seorang ratu, melainkan… seorang penyair istana yang menyamar, demi bertemu dengan pujaan hatinya – seorang kaisar yang merasa terasing di tahtanya! Aku adalah kaisar itu!
Semua pelukan, semua bisikan cinta, semua malam yang kita lalui bersama… itu semua adalah penyamaranmu! Kau rela mempertaruhkan segalanya, menyamar sebagai seorang wanita, hanya untuk berada di dekatku.
Misteri terpecahkan, tapi keindahan itu justru membuat luka makin dalam. Cinta yang kurasa nyata, ternyata adalah pengorbanan yang tak terukur. Kau pergi, meninggalkan tahta, meninggalkan nama palsumu, meninggalkan aku… untuk melindungiku dari skandal yang akan menghancurkan kerajaan.
Dan kini, aku tahu, pelukan itu bukan hanya tidak diingat sejarah, tapi juga terkubur dalam rahasia abadi.
... Apakah kau masih mengingatku, di suatu tempat di masa lalu yang telah hilang?
You Might Also Like: Kisah Seru Aku Mencium Tangan Mayatmu