TOP! Senyum Yang Menghilang Di Balik Hujan
Senyum yang Menghilang di Balik Hujan
Di persimpangan kabut pagi dan lukisan mimpi, tersembunyi sebuah taman terlarang. Di sanalah, di bawah payung sakura yang bersemi selamanya, aku melihatmu.
Senyummu, seperti pecahan kristal mentari di antara tetes hujan, menghipnotisku. Matamu, danau obsidian yang menyimpan ribuan kisah yang belum terucap. Kita berdansa dalam keheningan, alunan angin menjadi melodi cinta kita.
Waktu berhenti berputar. Bunga sakura berjatuhan, menutupi jejak kaki kita di jalan setapak yang berkilauan. Kau menggenggam tanganku. Sentuhanmu, selembut bulu angsa yang menyentuh kalbuku.
Namun, kebahagiaan itu rapuh, seperti istana pasir yang dibangun di tepi pantai.
Setiap kali hujan turun, kenangan itu kembali menghantuiku. Aku mencari senyummu di balik setiap tetesan, berharap bisa menemukanmu sekali lagi di taman terlarang itu.
Aku bertanya pada rembulan yang pucat, pada bintang-bintang yang berkedip: di manakah dirimu? Apakah semua ini hanya ilusi belaka? Apakah cinta kita hanya ada di dimensi waktu yang terlupakan?
Bertahun-tahun berlalu, aku terus mencari. Aku menelusuri lukisan-lukisan kuno, berharap menemukan wajahmu di antara barisan wajah-wajah yang memudar. Aku menjelajahi lorong-lorong mimpi, berharap bisa bertemu denganmu sekali lagi.
Sampai suatu malam, di sebuah galeri seni yang sepi, aku menemukannya.
Lukisan itu, sebuah potret seorang wanita dengan senyum yang IDENTIK dengan senyummu. Di bawah lukisan itu, tertulis sebuah nama: AISHITERU, seorang putri kerajaan yang menghilang seratus tahun lalu.
Hati ini remuk. Keindahanmu, senyummu, cinta kita… semua itu adalah sejarah. Tapi, bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin aku mengingatmu?
Air mata mengalir deras, membasahi lukisan itu. Di saat itulah, aku melihatnya.
Di sudut bawah lukisan, tersembunyi di balik lapisan cat yang mengelupas, terukir sebuah kalimat: "Aishiteru... Reinkarnasi itu nyata."
Aku terhuyung mundur. Misteri terpecahkan, tapi keindahannya justru membuat luka semakin menganga. Aku adalah dia, dan kau... kau adalah cinta yang terlarang.
"Kembalilah padaku..." bisik angin, membawakan sisa-sisa janji yang terlupakan.
You Might Also Like: Peluang Bisnis Skincare Bisnis Rumahan