Ini Baru Drama! Ia Tersenyum Saat Aku Menangis, Karena Itu Janji Kami Dulu
Ia Tersenyum Saat Aku Menangis, Karena Itu Janji Kami Dulu
Cahaya lentera yang terapung di Sungai Awan, bagai kunang-kunang abadi, menjadi saksi bisu pertemuan pertama kami. Di dunia manusia, aku, Lin Mei, hanyalah seorang gadis biasa. Di dunia roh, aku adalah… potongan memori yang terfragmentasi.
Dunia roh Xiuyuan, terjalin erat dengan dunia manusia, namun tersembunyi di balik tirai ilusi. Di sana, bayangan-bayangan berbisik, menceritakan kisah-kisah yang terlupakan, kisah-kisah tentang reinkarnasi, takdir, dan cinta yang terlarang. Bulan Qingyue yang selalu penuh, konon, mengingat nama setiap jiwa yang pernah hadir, baik di dunia manusia maupun dunia roh. Bulan itu…memanggil namaku.
Aku bertemu dengan Xiao Chen, seorang pemuda dengan senyum yang menenangkan, seperti mentari pagi. Ia adalah penjaga perbatasan antara dunia manusia dan Xiuyuan. Xiao Chen selalu ada, menemaniku dalam mimpi-mimpi aneh, membimbingku melewati labirin takdir. Ia selalu tersenyum saat aku menangis, sebuah senyum aneh yang membuatku merasa aman…sekaligus curiga.
"Itu janji kita dulu, Lin Mei," bisiknya suatu malam, saat kami berdiri di bawah Qingyue. "Aku akan selalu tersenyum saat kau menangis. Itu janjiku... padamu."
Namun, ada sesuatu yang janggal. Potongan-potongan memori mulai menyatu, membentuk sebuah gambar yang mengerikan. Kematianku di dunia lama bukanlah sebuah kecelakaan. Itu adalah permulaan… permulaan dari sebuah takdir baru, takdir yang ditulis oleh seseorang yang sangat berkuasa.
Aku mendapati diriku di persimpangan dua dunia, realitas dan mimpi saling bertukar tempat. Aku menemukan bahwa aku bukanlah Lin Mei biasa. Aku adalah reinkarnasi dari Dewi Xiuling, dewi yang dulunya memerintah Xiuyuan. Dewi yang… dikhianati.
Lalu, kebenaran yang pahit terungkap. Xiao Chen bukanlah penjaga biasa. Ia adalah PELAYAN setia Kaisar Ming, penguasa kegelapan yang haus akan kekuasaan. Dialah yang merencanakan kematian Dewi Xiuling di kehidupan lampau, dialah yang memanipulasi takdirku, dan dialah yang… mencintai Dewi Xiuling, dengan cara yang gelap dan terdistorsi.
Ia tersenyum saat aku menangis, bukan karena janji tulus, tetapi karena itu adalah bagian dari rencananya. Ia ingin melihat Dewi Xiuling, aku, menderita, agar ia bisa merasa memiliki kendali. Cinta yang dibutakan oleh obsesi.
Kaisar Ming, sosok yang selama ini bersembunyi di balik bayangan, adalah dalang dari semua ini. Ia mencintai Dewi Xiuling, namun cintanya berubah menjadi dendam ketika Dewi memilih kedamaian daripada kekuasaan. Ia menggunakan Xiao Chen, bidaknya, untuk menjebakku, untuk membangkitkan kekuatan Dewi Xiuling dalam diriku… dan kemudian merebutnya.
Lalu, siapakah yang mencintai dengan tulus? Siapakah yang memanipulasi takdir?
Pada akhirnya, aku memilih jalan yang berbeda. Aku tidak ingin menjadi Dewi yang haus kekuasaan. Aku hanya ingin menjadi Lin Mei.
Aku mengorbankan kekuatan Dewi Xiuling, membebaskan Xiao Chen dari belenggu Kaisar Ming. Aku menyadari bahwa dalam senyumnya, tersembunyi penyesalan dan sedikit harapan. Mungkin, jauh di lubuk hatinya, Xiao Chen benar-benar mencintai Dewi Xiuling… dengan cara yang berbeda.
Kaisar Ming dikalahkan, namun dunia roh dan dunia manusia tetap terancam. Kedamaian belum sepenuhnya diraih.
Sebelum pergi, Xiao Chen berbisik, "Saat mentari terbit di tanah yang retak, maka ingatlah... bahwa cinta bisa menjadi kutukan."
Xiuyuan akan kembali memanggil, saat bulan merah membisikkan namamu.
You Might Also Like: Plan Your Visit Collection Of Pictures