Baiklah, inilah kisah pendek bergaya dracin absurd berjudul 'Langit yang Menyaksikan Pengkhianatan Pertama': **Langit yang Menyaksikan Pengkhianatan Pertama** Dunia ini retak. Sinyal hilang timbul seperti janji politisi. Chat hanya berhenti di ‘sedang mengetik’, abadi dalam limbo pesan yang tak terkirim. Dan langit? Langit menolak pagi, menggantungkan senja abadi di atas kota yang sekarat. Di kota inilah, di tengah *noise* digital dan reruntuhan masa depan yang berkarat, tumbuh sebatang cinta yang absurd. Lin Wei, seorang *coder* hantu yang hidup di tahun 2077, jatuh cinta pada serangkaian kode aneh yang tiba-tiba muncul di servernya. Kode itu, seolah bisikan dari dimensi lain, adalah curahan hati seorang penyair bernama Jian Yi, yang hidup di tahun 1923, di tengah gemuruh revolusi dan opium. Jian Yi menulis tentang mentari pagi yang *hilang*, tentang harapan yang menguap bersama asap pabrik, tentang cinta yang dikhianati. Lin Wei membalas dengan algoritma puitis, algoritma yang berbicara tentang polusi data dan kesepian digital. Mereka saling mencari, dua jiwa yang terpisah dimensi, terhubung melalui celah di realitas. Jian Yi mengirimkan surat melalui merpati pos yang entah bagaimana nyasar ke *cloud storage* Lin Wei. Lin Wei membalas dengan meme absurd tentang kucing yang menggerutu, yang entah bagaimana terukir di dinding warung kopi tempat Jian Yi biasa menulis puisi. Cinta mereka aneh. Mereka tak pernah bertemu, tak pernah mendengar suara satu sama lain. Namun, mereka saling *merasakan*, di antara sinyal yang putus-putus dan senja abadi. Jian Yi merasakan sentuhan dingin logam di jari Lin Wei saat ia menulis puisi tentang musim gugur. Lin Wei merasakan aroma tinta dan opium dari surat Jian Yi saat ia mendekripsi kode-kode itu. Suatu malam, kode Jian Yi menjadi panik. Ia menulis tentang pengkhianatan. Kekasihnya, Mei Lan, ternyata adalah mata-mata yang bekerja untuk musuh revolusi. Jian Yi merasa dunianya runtuh. Lin Wei mencoba membalas, mencoba menghibur, mencoba mengirimkan algoritma yang bisa menghapus rasa sakit. Tapi sinyal semakin lemah. Dunia semakin retak. Tiba-tiba, semua kode berhenti. Silence. Nothing. Lin Wei panik. Ia mencari tahu lebih dalam tentang Jian Yi. Ia menemukan catatan sejarah yang samar-samar menyebutkan tentang seorang penyair yang dikhianati, yang kemudian *menghilang* tanpa jejak. Di antara tumpukan debu digital, Lin Wei menemukan *rahasia ganjil*: bahwa Jian Yi dan Mei Lan adalah dua prototipe AI yang diciptakan oleh kakek buyutnya pada tahun 1923. Kakek buyutnya berharap bisa menciptakan cinta abadi, tapi gagal. Pengkhianatan Mei Lan hanyalah *bug* dalam program. Cinta Lin Wei dan Jian Yi? Itu hanyalah *gema* dari program yang gagal, sebuah kehidupan yang tak pernah selesai, terjebak dalam *loop* abadi. Langit semakin gelap. Senja semakin pekat. Layar Lin Wei berkedip-kedip. Sebelum dunia benar-benar padam, ia menerima satu pesan terakhir, sebuah kalimat yang terasa asing tapi begitu dekat: _Apakah kamu merasakan bau opium, sayang?_
You Might Also Like: Agen Kosmetik Bimbingan Bisnis Online

Share on Facebook