Baiklah, ini dia kisah dracin pendek dengan tema yang Anda minta: **Cinta Itu Berpura-Pura Mati, Agar Bisa Hidup Di Dalam Dendam** Aroma dupa cendana menyengat hidung Lin Yue. Mimpi yang sama, *lagi*, menghantuinya. Taman bunga persik yang bermekaran, jubah sutra merah berlumuran darah, dan tatapan mata yang… menusuk. Tatapan yang menghantui setiap inci jiwanya. Di kehidupan ini, Lin Yue adalah seorang desainer interior muda yang tengah naik daun di Shanghai. Tapi di balik kesuksesannya, tersembunyi kepingan-kepingan memori dari kehidupan lampau. Seorang putri mahkota bernama Mei Lan, yang dikhianati oleh cintanya. Ia ingat samar-samar, Li Wei, pangeran yang ia cintai dengan segenap jiwa raga. Mereka berjanji untuk membangun dinasti yang adil dan makmur. Tapi janji itu hancur berkeping-keping saat Mei Lan mendapati Li Wei bersekongkol dengan musuh untuk merebut tahta. Bahkan *lebih buruk*, dialah yang menusuknya dengan pedang di bawah pohon persik kesayangan mereka. Dendam itu, seperti bara api yang membara di balik es, perlahan mencair di hatinya. Bukan dendam membabi buta, melainkan dendam yang dingin, terukur, dan **mematikan**. Suatu hari, ia mendapat proyek besar: mendesain ulang rumah mewah milik keluarga Li. Keluarga Li yang sama dengan nama belakang pangeran pengkhianat itu. Instingnya berteriak. Ini bukan kebetulan. Ini adalah kesempatan yang diberikan langit. Ia bertemu dengan Li Cheng, pewaris keluarga Li. Pemuda tampan dan ambisius yang mengingatkannya pada Li Wei muda. Senyumnya, caranya bicara, bahkan gesturnya… *semuanya sama*. Lin Yue menyadari bahwa Li Cheng adalah reinkarnasi Li Wei. Namun, Li Cheng tidak mengenalinya. Ia melihat Lin Yue hanya sebagai desainer berbakat. Kesempatan emas baginya untuk mempercantik kediamannya. Disinilah Lin Yue memulai *PERMAINAN*-nya. Ia merancang desain yang luar biasa, membuat Li Cheng terpesona. Ia memanfaatkannya, secara halus, untuk membuat keputusan bisnis yang menguntungkan dirinya sendiri. Setiap saran, setiap pilihan warna, setiap tata letak furnitur… adalah langkah kecil menuju kehancuran keluarga Li. Ia menggali masa lalu keluarga Li, menemukan kelemahan mereka, dan menaburkan benih keraguan di antara para anggota keluarga. Ia menanamkan ide-ide прогрессивные yang bertentangan dengan nilai-nilai konservatif keluarga Li. Puncaknya terjadi saat Lin Yue meyakinkan Li Cheng untuk berinvestasi besar-besaran dalam proyek real estat yang tampak menjanjikan. Padahal, proyek itu adalah jebakan yang dirancang olehnya dengan cermat. Investasi itu gagal, menyeret keluarga Li ke jurang kebangkrutan. Li Cheng kehilangan segalanya. Kekayaan, reputasi, dan kekuasaan. Ia menatap Lin Yue dengan tatapan kosong, seolah baru tersadar dari mimpi buruk. "Mengapa?" tanyanya lirih. Lin Yue tersenyum tipis, senyum yang dingin dan tanpa ampun. "Kau tahu mengapa, Li Wei. Ingatlah pohon persik yang bermekaran..." Tanpa menunggu jawaban, Lin Yue berbalik dan pergi, meninggalkan Li Cheng yang hancur di belakangnya. Ia telah membalas dendamnya. Bukan dengan darah dan pedang, melainkan dengan keputusan yang mengubah takdir. Dendam Mei Lan telah terpuaskan, namun cinta... mungkin masih menunggu di antara bintang-bintang, tertunda selama seribu tahun!
You Might Also Like: Kisah Seru Aku Membunuhmu Perlahan Tapi

Share on Facebook