Baiklah, inilah kisah dracin intens yang Anda minta: **Ia Menyebut Namaku di Tengah Pertarungan, Lalu Mati Tanpa Menang** Malam itu merangkak pelan, berat seperti gading gajah purba yang terseret di atas jalanan bersalju. Salju yang seharusnya memutihkan, kini ternoda merah, lukisan mengerikan yang dilukiskan oleh pedang dan dendam. Angin mendesis, membawa serpihan es dan bisikan masa lalu yang pahit. Di tengah pusaran maut ini, berdiri **XIAO WEI**, punggungnya tegap, matanya menyala seperti bara api di tengah badai. Di hadapannya, terhuyung **LI MING**, pedangnya patah, napasnya tersengal. Darah mewarnai bibirnya yang pucat. Dulu, senyum itu adalah mentari bagiku. Sekarang, ia hanyalah bayangan suram dari pengkhianatan. Dupa terbakar di kuil terpencil, aromanya pahit bercampur dengan bau anyir darah. Asapnya menari-nari, membentuk siluet masa lalu yang mengejek. Dulu, di kuil inilah, di bawah pohon persik yang sedang mekar, kami berjanji. Janji suci yang kini tergeletak menjadi abu, diinjak-injak oleh ambisi dan kebohongan. "Xiao...Wei..." Li Ming berbisik, suaranya parau, hampir tak terdengar di tengah raungan angin. Matanya mencari-cari mata Xiao Wei, mencari secercah ampunan, atau mungkin...pengakuan. Xiao Wei tidak menjawab. Ia hanya menatap. Tatapannya adalah sungai es yang membekukan hati Li Ming. Di matanya, Li Ming melihat bukan hanya kebencian, tapi juga...kehilangan. Kehilangan yang teramat dalam, kehilangan yang membuatnya menjadi monster. "Aku...aku..." Li Ming terbatuk, darah menyembur dari mulutnya. Ia mencoba meraih Xiao Wei, tapi tangannya hanya menggapai udara kosong. "Aku melakukan...semuanya...untukmu." Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk jantung Xiao Wei. Bohong! Kebohongan yang lebih menyakitkan dari tusukan pedang. "Untukku?" Xiao Wei akhirnya bersuara, suaranya serak, seperti gesekan batu nisan. "Kau membunuh keluargaku. Kau menghancurkan kepercayaanku. Kau merebut segalanya dariku. Dan kau katakan...untukku?!" Li Ming menggeleng lemah. "Rahasia...ada rahasia yang...kau tak tahu..." "Rahasia apa? Rahasia bahwa kau adalah putra dari klan yang membantai keluargaku? Rahasia bahwa kau telah bersumpah untuk menghancurkan sisa-sisa kehormatan keluargaku?" Xiao Wei tertawa sinis. Tawa yang lebih mengerikan dari jeritan. Li Ming terdiam. Matanya memancarkan ketakutan. Ia tahu. Xiao Wei tahu segalanya. Tepat saat itu, Li Ming mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya. Ia melompat ke arah Xiao Wei, mencoba menyerang dengan sisa patahan pedangnya. Tapi Xiao Wei terlalu cepat. Dengan gerakan secepat kilat, ia mencabut pedangnya dan menusukkannya tepat ke jantung Li Ming. Li Ming tersentak. Ia menatap Xiao Wei dengan tatapan nanar. Di matanya, ada penyesalan. Ada ketakutan. Dan...ada cinta. "Xiao Wei..." bisiknya lagi, kali ini lebih jelas. "Maafkan...aku..." Lalu, Li Ming ambruk. Mati. Tanpa menang. Tanpa ampunan. Tanpa cinta. Xiao Wei berdiri terpaku di atas jasad Li Ming. Ia menatap pedangnya yang berlumuran darah. Darah yang sama yang mengalir dalam nadinya. Darah dari dua klan yang saling membenci. Darah yang mengikat mereka dalam takdir yang kejam. Ia menutup mata. Air mata mengalir di pipinya, bercampur dengan salju dan darah. Di dalam hatinya, ia telah mati bersama Li Ming. Bertahun-tahun kemudian, ketika debu telah menutupi semua luka dan dendam, sebuah nama mencuat dari kegelapan. Sebuah nama yang membuat seluruh kekaisaran gemetar ketakutan. Nama itu adalah *Xiao Wei*. Ia telah menjadi kaisar bayangan, pengendali dari balik layar, dengan kekuatan yang tak tertandingi. Ia memerintah dengan tangan besi, membalaskan dendam yang telah lama tertunda, menghancurkan semua yang menghalangi jalannya. Dan ketika semua musuhnya telah binasa, ketika kekaisaran terbentang di bawah kakinya, ia berbisik dalam kegelapan, suaranya dingin dan mematikan: "Dia menyakiti hatiku...dan seluruh dunia akan merasakan akibatnya." Dan begitulah, *Xiao Wei* melanjutkan pemerintahannya, bukan demi kemuliaan atau kekuasaan, melainkan demi satu tujuan: *MEMASTIKAN TIDAK ADA SATU PUN YANG BERANI MENGINGAT NAMA LI MING TANPA RASA TAKUT YANG MENDALAM!*
You Might Also Like: Peluang Bisnis Kosmetik Penghasilan

Share on Facebook