Baiklah, ini dia kisah puitis bergaya dracin klasik yang kamu minta: **Aku Mencari Wajahmu di Antara Bintang, Tapi Semua Bintang Berbohong** Kabut menggantung di atas Danau Bulan Sabit, setipis kerudung pengantin yang terlupakan. Di sanalah, di bawah *rembulan* yang pucat, aku memulai pencarian. Aku mencari wajahmu. Bukan wajah yang terpahat di ingatan, melainkan wajah yang *terukir* di hatiku, wajah yang hadir dalam setiap mimpi yang kubiarkan melayang. Bintang-bintang adalah saksi bisu. Mereka berkelip, seolah menawarkan jawaban. Namun, setiap cahaya yang mereka pancarkan hanyalah pantulan mimpi yang lain, mimpi yang *bukan* mimpiku. Aku menelusuri rasi-rasi, dari Orion yang gagah perkasa hingga Lyra yang melankolis. Setiap bintang **BERBOHONG**. Mereka hanya menunjukkan bayangan dari kerinduan yang tak terpadamkan. Aku menjelajahi lorong-lorong waktu, yang berliku seperti sungai di tengah hutan bambu. Aku melihatmu di lukisan kuno seorang pelukis yang telah lama tiada. Di sana, kau tersenyum dengan *mata* yang sama, mata yang mampu membakar jiwa namun setenang permukaan air. Aku mengulurkan tangan, ingin menyentuhmu, tapi hanya menyentuh debu-debu sejarah yang dingin. Di dalam mimpi, aku melihatmu menari di bawah *pohon sakura* yang mekar sempurna. Setiap kelopak yang jatuh seperti air mata kebahagiaan. Kita tertawa, kita berlari, kita berjanji untuk selamanya. Namun, saat fajar menyingsing, kau lenyap, meninggalkan aroma sakura yang menyakitkan di relung hatiku. Aku mencari di setiap dimensi yang tersembunyi, di antara realitas dan ilusi. Apakah kau hanya ilusi? Apakah semua ini hanya khayalan seorang pemuda yang *terlalu* merindukan cinta? Pertanyaan itu menghantuiku, membayangiku seperti hantu di balik tirai. Akhirnya, aku menemukanmu. Bukan di antara bintang, bukan di lukisan kuno, bukan pula di dalam mimpi. Kau ada di cermin. *Di sana.* Wajahmu adalah pantulan wajahku. Senyummu adalah pantulan senyumku. Mata yang kucari adalah mata yang selama ini menatapku dengan penuh harap. Kau adalah bagian dari diriku yang hilang, bagian yang kusia-siakan, bagian yang kuabaikan. Kau adalah cinta yang kupendam, cinta untuk diriku sendiri. **Pengungkapan** ini bagaikan pisau belati yang menancap tepat di jantungku. Keindahan ini begitu **MENYAKITKAN**. Aku telah mencari di seluruh alam semesta, padahal jawabannya selalu ada di hadapanku. Namun…apakah kau benar-benar *hanya* bayangan? … *Bisakah kau mendengar bisikanku, dari balik cermin yang retak ini?*
You Might Also Like: Distributor Skincare Fleksibel Kerja

Share on Facebook